Niat kerja: “Ya Allah, hari ini saya bekerja karena-Mu — menafkahi keluarga, melayani pembeli dengan jujur, dan menjaga amanah. Terimalah sebagai ibadah.”
Seluruh modal, barang, pembeli, dan keuntungan adalah titipan Allah. Kami bukan pemilik — kami pengelola amanah (mustakhlaf) yang kelak ditanya: dari mana harta ini didapat dan ke mana dibelanjakan.
Al-Malik (Maha Raja), Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki). Semua keputusan usaha kami usahakan sesuai ridha-Nya.
Menjalankan usaha atas nama Allah: mengatur barang, modal, tim, dan pembukuan dengan jujur.
Setiap anggota tim ikut memegang amanah: melayani pembeli, mengemas, mengirim, dan mencatat.
Menjadi jalan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala melalui perdagangan yang jujur, amanah, dan penuh berkah — bagi pembeli, tim, keluarga, dan umat, untuk bekal dunia dan akhirat.
Bekerja karena Allah, bukan sekadar mengejar omzet.
Jujur dalam deskripsi, harga, dan laporan.
Menjaga barang, uang COD, data pembeli, dan hak tim.
Rapi dan teliti: alamat benar, paket aman, catatan tepat.
Ramah dan memudahkan saat menjual, membeli, dan menagih.
Pekerjaan yang sama bisa bernilai dunia saja, atau dunia dan akhirat — tergantung niat dan caranya.
Teks Arab dikutip dari mushaf Al-Qur'an dan kitab hadits; terjemah mengikuti makna terjemah Kemenag RI. Untuk dicetak (banner, kemasan, profil resmi), sebaiknya diperiksa ulang bersama ustadz.